Legalitas dalam Opini

Januari 22, 2012 Tinggalkan komentar


Yang penting buatku adalah kami menang atas lawan-lawan yang sedang dihadapi. Gembira ketika Airlangga atau Aliyuddin mencetak gol ke gawang Markus (PSMS Medan) misalnya.

Bila sebuah pergantian hanya untuk menumbangkan sebuah Rezim, maka selamanya tidak akan ada perubahan yang lebih baik yang dihasilkan dengan niat mengganti orang. Ketika Era Nurdin Halid digantikan oleh era Johar Arifin, yang terjadi kemudian adalah rasa sakit hati, dan aroma balas dendam.

Bangsa ini nampaknya tidak pernah belajar dari sejarah. hal yang sama terjadi dalam perjalanan politik di negara dengan jumlah penduduk ke lima tiga di dunia ini. Tumbang menumbang Rezim selalu berulang, balas dendam diantaranya kerap mewarnai.

Di Liga kita, ketika ada klub yang tidak setuju, maka cap ilegal tak segan-segan dijatuhkan. Begitupun ketika tidak mau mengikuti kompetisi yang dia buat.
Read more…

Terimakasih, Nova 30 Arianto!

Februari 20, 2011 Tinggalkan komentar

“Kondisinya saat ini, pilihan saya hanya tiga kemungkinan, pertama bertahan di Persib, lalu ke LPI dan ketiga menerima tawaran dari Persiba. Pekan depan mudah-mudahan semuanya sudah bisa saya pastikan,”

 

Nova Arianto: Setelah 4 tahun bersama, sekarangkah saatnya pergi?

Nova Arianto: Setelah 4 tahun bersama, sekarangkah saatnya pergi?

Membaca uraian hati dari sang defender bernomor 30, membuat bayangan saya melayang beberapa tahun ke belakang. Diawal-awal berbaju biru, bermain dihadapan ribuan bobotoh di stadion siliwangi, sosok gempal itu begitu tangguh menjaga pertahan Maung Bandung.

Keberaniannya beradu fisik dan duel di udara yang membuat kita merasa percaya diri melihat pertahanan PERSIB, sesekali kepala pelontosnya mampu membuat kita tetap menjaga kehormatan, baik itu ketika mengejar ketinggalan ataupun memperbesar keunggulan.

Melawan PSS Sleman di stadion Maguwoharjo membuat saya tidak akan pernah lupa akan sosok itu. Sosok yang menyelamatkan kita takluk di laga tandang dari PSS Sleman. Sundulannya membuat saya dan ribuan bobotoh lainnya bergembira. saat itu Nova Arianto Adalah Pahlawan, Saat itu nova Arianto adalah Harapan.

Sekitar 4 tahun lalu, ketika Nova Arianto menginjakan kakinya untuk pertama kali di kota kembang, Dia telah membawa harapan bagi semua bobotoh, bahwa sosok tinggi besarnya mampu menjaga bukan hanya gawang persib dari kebobolan, tetapi juga kehormatan PERSIB sebagai tim yang penuh dengan sejarah.

Read more…

Persib vs Persija (Tempo Doeloe)

Februari 19, 2011 15 komentar

Marilah kita sedikit bernostalgia kebelakang, meskipun memang sejarah adalah masa lalu dan masa depanlah yang menjadi perjuangan saat ini. Tapi entah mengapa saya ingin menampilkan potret sejarah itu kahadapan anda di masa kini.

Sebuah Suatu sore saya berolah raga di kawasan kompleks olah raga Gelora Bung Karno. Berlari mengelilinginya membuatku serasa berada di sebuauh masa, ketika Persib bandung masih berjaya.

Masa lalu stadion ini menjadi kandang kami. Sering sekali kami mengukir sejarah disini. Suka-duka telah terukir bersama waktu yang menggerogoti stadion kebanggan bangsa ini.

Untuk kembali membawa ke masa itu, berikut saya sajikan beberapa gambar kejayaan Persib di masa itu. Untuk awal saya akan membagi beberapa foto yang saya dapatkan dari kawan di facebook.

Ini adalah pertandingan Persija VS PERSIB tahun 86/87 pertandingan ini kalau tidak salah berakhir 3-3.  Stadion Senayan, waktu itu masih menggunakan nama senayan, didominasi oleh pendukung persib alias BOBOTOH. Persija waktu itu masih menggunakan warna merah sebagai warna utamanya. Sebuah fakta yang mungkin tidak banyak dari pendukung persija sekarang yang tahu. Yang ada digambar adalah kapten persib saat itu, Adeng Hudaya (7), sementara dari pihak Persija Tony Tanamal (3).

Ini masih pertandingan antara Persija VS PERSIB tahun 90. Yang ada digambar adalah kekey Zakaria yang sedang dihadang oleh seorang pemain belakang persija.

Masih pertandingan Persib VS PERSIJA di stadion senayan yang saat itu dibanjiri BOBOTOH.

HATI: Hitler Angkatan Tiga Belas

Februari 19, 2011 Tinggalkan komentar

Apalah artinya sebuah nama” Kata Wiliam shakespher

Kalau memang nama begitu tidak berarti, “maukah kau aku panggil Anjing?”

Siang itu cukup panas, ditengah kesibukan kuliah, waktu jeda memang tidak boleh disia-siakan. Sebuah ruangan yang letaknya persis di samping ruang F.108 menjadi tempat yang tepat untuk membicarakan rencana gelap. Ya, rencana gelap, meskipun hari masih siang.

Diruangan yang juga tetanggan dengan WC itulah kami berbisik2 satusama lain merencanakan sebuah aksi yang tidak boleh ketahuan oleh siapapun selain kami. Hanya kami ber 11 dan seekor kucing yang asyik dengan tulang ayam.

Read more…

Awal Perjalanan: Kukuh di Bawah Langit Tanpa Bintang

Januari 30, 2011 1 komentar

Malam itulah, tanggal 17 Desember, Bersama genangan air hujan yang membasahi, langit tanpa bintang, serta bara api yang menghangatkan… mengkukuhkan kami Lentera sebagai bagian dari keluarga besar anggota Pers Kampus Mahsiswa PKM sEntra UTAMA.

Suatu malam di tahun 2005. Malam itu di sebuah kelas di sudut kampus tercinta. Kampusku berada di bilangan Jl. PHH Mustapha, sebuah kampus swasta yang untuk kuliah disana menurut ukuranku tidaklah murah. Bagi orang tuaku, Perlu kerelaan khusus untuk mendaftarkan anaknya berkuliah disana. Maklumlah, penghasilan kedua orang tuaku hanya cukup untuk biaya kuliah dan hidup sehari-hari anak-anaknya. Read more…

Categories: Lentera
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 123 pengikut lainnya.