Beranda > Lentera > Awal Perjalanan: Kukuh di Bawah Langit Tanpa Bintang

Awal Perjalanan: Kukuh di Bawah Langit Tanpa Bintang

Malam itulah, tanggal 17 Desember, Bersama genangan air hujan yang membasahi, langit tanpa bintang, serta bara api yang menghangatkan… mengkukuhkan kami Lentera sebagai bagian dari keluarga besar anggota Pers Kampus Mahsiswa PKM sEntra UTAMA.

Suatu malam di tahun 2005. Malam itu di sebuah kelas di sudut kampus tercinta. Kampusku berada di bilangan Jl. PHH Mustapha, sebuah kampus swasta yang untuk kuliah disana menurut ukuranku tidaklah murah. Bagi orang tuaku, Perlu kerelaan khusus untuk mendaftarkan anaknya berkuliah disana. Maklumlah, penghasilan kedua orang tuaku hanya cukup untuk biaya kuliah dan hidup sehari-hari anak-anaknya.

Kembali ke ruangan kelas di pojok kampus, yang saat ini sudah beralih fungsi menjadi minimarket. Kampusku memang eksentrik, alih-alih membuat mahasiswanya rajin belajar, malah dituntut untuk rajin belanja, “aku belanja maka aku ada”.

Di ruangan itu, 11 orang mahasiswa baru, aku diantaranya, yang lainnya ada Ardhi, Dika, Anita, Filma, Manikam, Arini, Iqbal, Kiki, Vivi, dan Shanti, kami mennyimak sebuah pemaparan penting tentang kondisi kampusku saat itu. 11 orang duduk berderet 2 baris kebelakang, 2 kakak seniorku kak Nafa dan Kak Rio, duduk didepan menjadi pembicara diskusi yang bagiku menarik, entah bagi teman seangkatanku yang lainnya.

Beberapa diantara 11 orang ini sepertinya tak kuasa menahan kantuk. Atau bosan dengan tema yang tidak disukai, ada juga yang mengeluh ingin pulang, katanya belum bicara sama orang tuanya, laki-laki ini yang kemudian sekarang menjadi petualang, berkelana ketempat manapun tanpa orang tua.

Udara dingin diluar, Tapi kami masih bisa manahan, dengan sesekali jepretan kamera membuat beberapa kawan yang sempat mengantuk kembali semangat.

Sebetulnya tidak ada yang penting yang ingin aku ceritakan mengenai sisi obrolan malam itu. Sama halnya dengan obrolan seorang senior terhadap juniornya. Seabrek pandangan tentang kampus dan kehidupannya. Termasuk dengan organisasi dan pengrbanannya. “Yah.. nambah persoalan nih..” gumamku. Celakanya aku gemar sekali membuat persoalan.

Tahukah kau, apa yang menjadi nilai lebih kita aktif di organisasi ketika kuliah? Kita akan sering lebih lama hidup dikampus. masalah pengalaman postitip? itu tergantung dia.

Tujuan kami dikumpulkan malam itu bukanlah untuk membicarakan acara tahun baruan. Meskipun memang waktunya hanya berselisih beberapa hari jelang pergantian tahun. baru nya mungkin sama, tetapi apa yang baru itu yang membedakan.

Malam itu kami berkumpul untuk dirubah status kami. ya malam itu kami akan diresmikan sebagai penghuni syah sebuah ruangan kumuh, bernomor F.108. Itulah tempat ku menghabiskan waktu 5 tahunku di kampus. Di rungan penuh pesing dan kotor, maklum orang yang menginap disana jarang membersihkan ruangnnya. itulah hotel ku bila kepept untuk sekedar mengerjakan tugas selama 5 tahun jadi mahasiswa.

Malam itulah, tanggal 17 Desember, Bersama genangan air hujan yang membasahi, langit tanpa bintang, serta bara api yang menghangatkan… mengkukuhkan kami Lentera sebagai bagian dari keluarga besar anggota Pers Kampus Mahsiswa PKM sEntra UTAMA.

Categories: Lentera

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 123 pengikut lainnya.