Persib vs Persija (Tempo Doeloe)
Marilah kita sedikit bernostalgia kebelakang, meskipun memang sejarah adalah masa lalu dan masa depanlah yang menjadi perjuangan saat ini. Tapi entah mengapa saya ingin menampilkan potret sejarah itu kahadapan anda di masa kini.
Sebuah Suatu sore saya berolah raga di kawasan kompleks olah raga Gelora Bung Karno. Berlari mengelilinginya membuatku serasa berada di sebuauh masa, ketika Persib bandung masih berjaya.
Masa lalu stadion ini menjadi kandang kami. Sering sekali kami mengukir sejarah disini. Suka-duka telah terukir bersama waktu yang menggerogoti stadion kebanggan bangsa ini.
Untuk kembali membawa ke masa itu, berikut saya sajikan beberapa gambar kejayaan Persib di masa itu. Untuk awal saya akan membagi beberapa foto yang saya dapatkan dari kawan di facebook.
Ini adalah pertandingan Persija VS PERSIB tahun 86/87 pertandingan ini kalau tidak salah berakhir 3-3. Stadion Senayan, waktu itu masih menggunakan nama senayan, didominasi oleh pendukung persib alias BOBOTOH. Persija waktu itu masih menggunakan warna merah sebagai warna utamanya. Sebuah fakta yang mungkin tidak banyak dari pendukung persija sekarang yang tahu. Yang ada digambar adalah kapten persib saat itu, Adeng Hudaya (7), sementara dari pihak Persija Tony Tanamal (3).
Ini masih pertandingan antara Persija VS PERSIB tahun 90. Yang ada digambar adalah kekey Zakaria yang sedang dihadang oleh seorang pemain belakang persija.
Masih pertandingan Persib VS PERSIJA di stadion senayan yang saat itu dibanjiri BOBOTOH.







hmm.. saya rasa kalo anda hidup di era 50-70an, anda akan melihat masa jaya PERSIJA dengan pemain2 seperti Iswadi Idris, Sutan Harhara, Soetjipto “Gareng” Soentoro, Yudo Hadiyanto, Risdianto, Andi Lala, Bob Hippy dkk. anda pasti akan kagum dengan mereka, saat itu senayan adalah kandang PERSIJA buka Persib
oiya dan saat ini PERSIJA masih jadi yang teratas dalam pengumpulan gelar juara di Indonesia, 9 kali Perserikatan
Saat itu GBK dijadikan pertandingan 8 besar atau 16 besar sementara penyisihannya di stadion masing-masing. pada pertandingan 16 besar (seperti tahun 86-87) persija bukan bertindak sebagai tuan rumah. karena tidak ada istilah tuan rumah. kandang persija saat itu adalah stadion menteng… saya sering nontonpersib kalau main disana dan bobotoh selalu membanjiri…
Saya sepakat setiap tim punya masa kejayaannya. saya tahu nama-nama pemain yang anda sebutkan, sayangnya tidak ada dari nama-nama tersebut yang jadi pemain binaan persija. bandingkan dengan Adeng Hudaya, robby darwis, Kekey zakaria, Ajat Sudrajat, kami menciptakan bintang bukan memebali bintang. terimakasih sudah berkunjung salam sepak bola indonesia
sayang tapi persija masih lebih unggul dari persib, cuma 1 keunggulan persib dari dulu : menang penonton.
Dengan kata lain mas Fajar ini mengakui penonton PERSIB lebih banyak dibanding Persija?
kalau anda pendukung persija jarang lo yang sjujur mas fajar.. terimakasih sudah mampir mas…
nama-nama Sutan Harhara dan Iswadi Idris adalah didikan dari Indonesia Muda dan Jayakarta, klub internal Persija, ditemukan di jalanan Jakarta dan dapat sebutan “Anak Kota”.. Surya Lesamana, Fan Tek Fong, Tan Liou Houw, Hendarto, Djamiat Dalhar dll adalah produk U.M.S. klub internal Persija begitu juga dengan Yudo Hadianto kiper Persija 1973 adalah hasil dari U.M.S.
Soetjipto “Gareng” Soentoro juga ditemukan di jalanan Jakarta, Bob Hippy produk Persija Suratin 70. Adityo Darmadi dan Didik Darmadi besar di Indonesia Muda Salemba, Jakarta Pusat. era 90an dan 2000an, Vennard Hutabarat dan Robby Hartono (pelatih Futsal Indonesia) lahir dari kompetisi internal Persija bersama Perbanas, Leonard Tupamahu dan Mulky Alifa besar di Trisakti FC dan Mutiara Cempaka klub internal Persija, lalu ada Surya Lesmana (Bandung Raya dan Persija) dan adiknya Andrian Mardiansyah besar dan lahir di PS Tunas Jaya dan Camp 82, klub anggota Persija, begitu juga dengan Airlangga Sucipto yang lahir di Trisakti FC
mungkin sebagai rival, bobotoh menggagap mereka bukan pemain produk Persija karena sudah besar bersama timnas Indonesia..jadi kurang mengetahui pemain yang binaan Persija, saya cuma menjelaskan saja. semoga bermanfaat
mereka tidak terkenal sebagai didikan Persija karena banyak diantaranya yang besar jusru di klub lain… Surya Lesmana misalnya yang justru hatinya tertahan di kota Bandung dan fanatisme suporter kota kembang. Bersama Bandug Raya dia menemukan puncak karirnya sebagai pesepak bola…
terimakasih atas info dan kunjungannya..
sebagai tambahan, setahu saya, UMS itu dulunya klub anggota Galatama, pasca galatama dilebur dengan Perserikatan di tahun 95.. UMS menjadi bagian dari sepak bola jakarta… kalau tidak salah tahun 80-an itu UMS masih berada di Galatama… setelah UMS tidak berkiprah lagi di liga2 nasional, pemain2nya banyak yang dipakai oleh klub2 nasional salah satunya Surya Lesmana yang menjadi pemain Bandung Raya… dan menjadi idola publik bandung. setelah Bandung raya bubar barulah dia berkostum PERSIJA..
pada masa2 setelah bandung raya bubar, saya sempat respek dengan persija yang menampung sejumlah pemain eks banrung Raya, macam Nuralim, budiman Yunus dan Surya Lesmana… dengan kostum loreng-lorengnya kala itu.. kalau tidak salah juga inilah tahun pertama Persija berkostum orange.. dan saat itulah mimpi Sutiyoso untuk membangun kekuatan sepak bola Jakarta dimulai, termasuk dengan merangkul Gugun GOndrong mendirikan The jak Mania.
Hanya ppotongan sejarah yang saya ingat saja ini mas GERRY, lebih kurang mungkin mas GERRY lebih mengetahui, sebagai fans PERSIJA..
UMS berdiri 1905, lalu bergabung dengan Persija dan mengikuti kompetisi internal Persija, jaman galatama, UMS ikut kmpetisi galatama dengan nama UMS 80. tetapi UMS yang di internal persija tetap mengikuti kompetisi persija. kakek saya pernah membela persija era 50an awal yang ketika itu masih bernama UMS Persidja. karena pemain Persija banyak dari klub UMS sisanya ada Tjung Hwa (tunas jaya) dan Hercules.
Surya Lesmana anak betawi, memang pernah di BR, tapi dia lahir dari kompetisi internal Persija bersama Tjung Hwa (Tunas Jaya). walaupun mungkin tidak terkenal sebagai didikan Persija, tetapi mereka semua lahir dari kompetisi internal Persija. merintis karir di klub2 internal persija dan besar sebagai pemain persija juga timnas.
ini yang bisa saya share, sebagai fans persija. terima kasih
Hiduppp U.M.S…..Hidup Persija…Luph Sepak Bola..Indonesia…!!!!!
hiduppp bangg Gerry….U.M.S…d dadaku….Persija kebangganku…….!!!!
thanks bung gery info nya..
Forza PERSIJA..
Forza LAZIO…
non molla re mai….
good info . .
saya bukan viking, saya bukan jurig persib, saya bukan bomber, tp saya bobotoh . .
saya sempat menyaksikan laga laga di senayan antara persib dan persidja mungkin melalui youtube, mungkin kala itu saya belon lahir, tapi saat itu tak terlihat rasis suporter/holigan fanatic, tak tampak pun pagar tinggi penghalang antara bangku penonton dengan lapangan dan atletik, apakah mungkin ada yg merindukan lg sajian antara persija dan persib bertanding dengan pendukung masing2 yg saling welcome . .
you now what I mine . .
pokok nya klo liga indonesia tidak ada PERSIJA & PERSIB akan MONOTON..
mskassi bgt gan udd d terbitkan foto bigmatch zaman dulu..
jadi terharu n ingin bgt liat kehidupan era dulu..
Thanks Buat bung Gerry buat sharing infonya,
Kang Ucup83, betul kang pertandingan akan lebih semarak dengan ksuda suporter hadir distadion
bang O-Jak, setuju bang, kalo liga ga ada kedua tim ini, siapapun yang jadi juaranya ga sah bang..