Beranda > Catatan Seorang Bobotoh > Terimakasih, Nova 30 Arianto!

Terimakasih, Nova 30 Arianto!

“Kondisinya saat ini, pilihan saya hanya tiga kemungkinan, pertama bertahan di Persib, lalu ke LPI dan ketiga menerima tawaran dari Persiba. Pekan depan mudah-mudahan semuanya sudah bisa saya pastikan,”

 

Nova Arianto: Setelah 4 tahun bersama, sekarangkah saatnya pergi?

Nova Arianto: Setelah 4 tahun bersama, sekarangkah saatnya pergi?

Membaca uraian hati dari sang defender bernomor 30, membuat bayangan saya melayang beberapa tahun ke belakang. Diawal-awal berbaju biru, bermain dihadapan ribuan bobotoh di stadion siliwangi, sosok gempal itu begitu tangguh menjaga pertahan Maung Bandung.

Keberaniannya beradu fisik dan duel di udara yang membuat kita merasa percaya diri melihat pertahanan PERSIB, sesekali kepala pelontosnya mampu membuat kita tetap menjaga kehormatan, baik itu ketika mengejar ketinggalan ataupun memperbesar keunggulan.

Melawan PSS Sleman di stadion Maguwoharjo membuat saya tidak akan pernah lupa akan sosok itu. Sosok yang menyelamatkan kita takluk di laga tandang dari PSS Sleman. Sundulannya membuat saya dan ribuan bobotoh lainnya bergembira. saat itu Nova Arianto Adalah Pahlawan, Saat itu nova Arianto adalah Harapan.

Sekitar 4 tahun lalu, ketika Nova Arianto menginjakan kakinya untuk pertama kali di kota kembang, Dia telah membawa harapan bagi semua bobotoh, bahwa sosok tinggi besarnya mampu menjaga bukan hanya gawang persib dari kebobolan, tetapi juga kehormatan PERSIB sebagai tim yang penuh dengan sejarah.

Musim ini adalah musim yang sulit bagi Dia, Performanya tidak secemrlang musim-musim sebelumnya. Kondisinya sebelas dua belas dengan yang dialami “Maung bandung” yang menjadi tim kya yang pesakitan. gol-demi gol begitu mudah bersarang di jala Markus Horison, Rekannya di tim nnasional. Bersama Maman Abdurrahman, lini belakang persib menjadi rapuh. Kekalahan demi kekalahan membuat posisi merosot hingga terpuruk di Juru kunci.

Saat ini, ketika sang pahlawan itu sulit untuk menemukan kembali sentuhannya. Atau ketika dia terjebak pada masa sulit sebagai pemain, Dia yang pernah kita banggakan, kita dengan serta merta lupa bahwa dia adalah manusia biasa, bukan super hero yang tak memiliki kelemahan. Mencaci ketika dia melakukan kesalahan dan blunder demi blunder.

Coba bandingkan dengan apa yang dilakukan oleh liverpudlian terhadap Fernando Torres, ketika sang pujaan tak kunjung menunjukan performa terbaiknya pasca cedera. ketika di awal musim Liverpool terbenam di dasar klasemen, ketika kekalahan demi kekalahan menjadi sahabat. Mereka tetap menyanyikan “you’ll never walk alone..” Ketika sang nomor sembilan tak kunjung membuat gol mereka tetap menyebut nama ‘fernando liverpool number nine”. Hanya kepergian sang bintang, yang tak direlakan, yang membuatnya berhenti menyanjung. Tetapi selama baju itu melekat erat, sanjungan dan rasa bangga tetap menggema.

Saya jadi membayangkan sork sorai menggema menyebut nama Nova Arianto. Menjadi back sound yang indah ketika kita menang dan dia menjadi bagian atas kemenangan itu.

“….nova, nova, nova arianto, nova arianto dihati kita..” berulang-ulang menggema di seaontero siliwangi atapun si jalak harupat.

Kita mungkin tidak akan melihat sosok tubuh besar berkepala pelontos ngesot di stadion siliwangi, kita juga mungkin akan lupa lirik lagu yang kita gemakan di siliwangi. Kita tidak akan melihat tangn kokohnya menjaga nama PERSIB Bandung dengan lagu padamu PERSIb mengiringi.

Saya jadi berpikir, Apakah pantas kita membiarkan sosok yang pernah kita puja itu pergi tanpa ucapan terimakasih? Ya dia memang sekarang tidak dalam kondisi yang diharapkan. tetapi apakah itu membuat kita seperti manusia yang tidak tahu berterimakasih dan orang yang mudah lupa atas jasa seseorang. Seperti kata orang tua dulu, bahwa keburukan akan mudah untuk diingat ketimbang kebaikan.

Ketika pada akhirnya kau harus melepas seragam yang aku banggakan, dan seragam dengan lambang PERSIB yang selalu kau genggam erat oleh tangan kananmu menjelang pertandingan, yakinlah sejarah akan tetap mencatat bahwa Sosook Nomor 30 dengan nama Nova Arianto akan tetap tercatat sebagai Pemain yang Sempat kami banggakan. dan Pemain yang pernah menjadi pahlawan di siliwangi dan jawa barat.

Sebuah perjuangan yang tentu sangat berarti bagi kami, setidaknya bagiku. Sebuah kebersamaan yang memberikan kesan.  Genggaman arat tanganmu di panji yang kami hormati, saya sangat bangga kau pernah melakukannya.  Aku tidak ingin menjadi manusia yang lupa terimakasih. Atas harapan, kenangan dan setidaknya saya yakin kau punya mimpi yang sama dengan kami, Juara. Semoga dengan atau tanpamu kami bisa bangkit kembali.  Terimakasih Nova 30 Arianto!

  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 123 pengikut lainnya.